Rencana Perpanjangan Kontrak David De Gea dengan MU

Firvfriv.com– Salah satu pemain dari Manchester United yang hampir habis masa kontraknya dengan tim tersebut pada akhir musim depan nanti. Pemain tersebut yakni David de Gea. Namun sayangnya, De Gea masih belum mau buka mulut terkait dengan kontraknya yang hampir habis pada akhir musim nanti.

De Gea pertama kalinya berseragam MU pada musim 2011/2012 setelah diboyong dari Atletico Madrid. Sepanjang perjalanannya sebagai kiper di MU sempat akan mudik ke kampung halamannya setelah Real Madrid terang-terangan menginginkannya pada awal musim 2015/2016.

Sayangnya, transfer tersebut tidak tercapai ketika sudah sampai di detik akhir lantaran adanya sebuah kesalahan administrasi. Padahal kabar yang telah beredar menuturkan jika de Gea sudah sangat ingin kembali ke Spanyol karena faktor kekasihnya, Edurne Garcia.

Saat ini, kontrak De Gea di MU hanya tinggal tersisa sekitar satu setengah tahun lagi, itu berarti saat ini posisi MU sedang dalam tidak beruntung untuk musim panans nanti. Selain itu Mu juga telah dikabarkan sudah mulai melakukan persiapan terkait dengan kontrak baru De Gea.

Pada saat melakukan wawancara secara ekslusif dengan De gea tersebut juga merasa hingga saat ini masih kurang tepat untuk membicarakan hal yang berhubungan dengan kontrak. Dia mengaku untuk saat ini masih ingin fokus dalam misi menuntaskan musim ini dengan baik.

“Saya pikir ini bukan waktu yang tepat untuk mulai membicarakan masa depan, bukan saatnya untuk membicarakan kontrak,” kata De Gea.

“Kami masih punya banyak pertandingan sampai akhir musim dan hal pertama yang perlu kami pikirkan adalah Burnley akhir pekan ini. Ini semua tentang konsentrasi, fokus, bekerja keras, berusaha di sesi latihan, tetap fit, dan mengambil poin-poin,” sambung De Gea.

Meski belum mau membahas kontrak barunya di MU, De Gea mengaku sangat bahagia bisa menjadi bagian dari MU. Hal itu disebut-sebut suatu yang spesial.

“Menjadi pemain dan bagian dari klub ini sangat spesial, jadi saat Anda bisa mengenakan jersey (MU), Anda pergi ke pertandingan tandang, itu adalah sesuatu yang selalu Anda banggakan dan sangat spesial,” tambahnya.

“Menjadi bagian dari klub besar seperti Manchester United mengisi Anda dengan emosi dan Anda secara bertahap menyadari betapa berarti klub ini bagi para fans dan orang-orang yang bekerja di sini. Mereka benar-benar hidup untuk pertandingan, jadi itu menjadi bagian dari hidup Anda dan Anda sungguh bisa menghargai telah menghabiskan waktu di sini,” tegas De Gea.

Barcelona Menjadi Tim Tunggal Yang Belum Terkalahkan

Firvfriv.com – Setelah melenggang dengan pedenya tanpa kalah, akhirnya Manchester City harus rela tumbang di Liga Inggris. Kekalahan itulah yang membuat Barcelona menjadi satu-satunya tim yang belum pernah membawa pulang kekalahan di 5 kompetisi teratas Eropa.

Selama menjalani pertandingan ke-23 musim ini di Anfield, City harus dengan mau menahan malu atas kekalahan pertamanya. Dalam laga berintensitas tinggi, Minggu (14/1/2018) malam, The Citizens takluk dengan skor 3-4.

Dari hasil kekalahan tersebutlah belum bisa menjadi pengaruh posisi skuat besutan Josep Guardiola di puncak klasemen, mereka masih bertengger nyaman di sana dengan keunggulan 15 poin dari Manchester United di posisi dua.

MU baru akan melakukan pertandingan dinihari nanti yang akan dihadapkan dengan Stoke City. Dengan kekalahan yang diterima oleh City juga membuat Barcelona menjadi satu-satunya tim yang belum kalah di lima kompetisi teratas Eropa musim ini. Meski dengan susah payah, The Catalans meraih kemenangan 4-2 dalam lawatan ke Real Sociedad.

Barca tertinggal 0-2 lebih dulu di Anoeta. Namun kemudian bisa bangkit melalui gol Paulinho, dua gol Luis Suarez, dan tendangan bebas indah Lionel Messi.

Barcelona berdiri kokoh di puncak klasemen La Liga dengan 51 poin dipunya. Unggul sembilan dari Atletico Madrid di posisi dua

Manchester City Kalah Tipis dari Liverpool Untuk Pertama Kalinya

Firvfriv.com – Manchester City harus rela membawa pulang kekalahan atas Liverpool. Kekalahan kali ini merupakan pertama kalinya di Premier League. Namun dari pertandingan atas Liverpool bukan merupakan satu hasil yang haris ditakutkan oleh City.

City kalah 3-4 saat bertandang ke Anfield, Minggu (14/1/2018) malam WIB. Sebelumnya City sempat tertinggal dengan skor 1-4, hingga akhirnya memperoleh sebuah kesempatan untuk menipiskan selisih dengan Liverpool.

Kekalahan atas Liverpool ini menjadi kekelahan perdana dalam 23 pekan yang dilalui di liga. Sebelumnya skuat besutan Pep Guardiola ini punya catatan 20 kemenangan dan dua hasil imbang.

Tiga poin yang lepas tak berpengaruh banyak untuk City. Sergio Aguero dkk. masih memimpin dengan kukuh, dengan koleksi 62 poin yang mana 15 poin di depan Manchester United di posisi dua.

Eks bekĀ  dan tim nasional Inggris Gary Neville menyebut kekalahan ini cuma noda kecil untuk City. City dinilai tak tampil seburuk itu, hanya saja melakukan kesalahan-kesalahan yang masih wajar mengingat sebelumnya amat impresif.

“Pep Guardiola akan tenang saja, dia sebelumnya sudah bilang mereka akan kalah di sebuah laga pada akhirnya. Di periode gila itu, pertandingannya terlepas dari mereka. Mereka sempat jadi tim terbaik di lapangan di 10 menit pertama,” ungkapnya.

“Mereka mengontrol laga lalu tiba-tiba menghilang. Itu bisa terjadi di Anfield, sekali kerumunan penonton ini panas. Liverpool on fire dan laga menjadi sulit untuk City. Ini bukan waktu untuk mengkritik mereka.”

“Saya akan sangat terkejut kalau ada sesuatu yang terjadi di puncak klasemen, dalam hal ada yang mengejar mereka. Tapi hasil ini setidaknya membiarkan media berkata ‘ada yang bisa dipertanyakan’, tapi saya rasa ini cuma penurunan sesaat saja.”

“Akan salah untuk menghujani Manchester City dengan kritik dan menanyakan bagaimana mereka akan bereaksi. Mereka sudah datang ke Anfield dan mencetak tiga gol. Mereka tak bermain buruk, cuma membuat kesalahan-kesalahan buruk saja,” imbuhnya

Pep Guardiola Terus Sanjung Nicolas Otamendi

Firvfriv.com – Pep Guardiola telah menunjuk satu pemain yang juga pantas mendapatkan sanjungan dengan segala kemenangan Manchester City di Premier League. Satu pemain tersebut yakni Nicolas Otamendi.

Dengan bagusnya performa mereka yang diperlihatkan pada musim ini, namun juga cedera telah dialami oleh mereka. Ada sebanyak tiga pemain yakni Benjamin Mendy, Vincent Kompany, dan John Stones yang alami cedera hingga harus absen dulu.

Namun kekhawatiran Guardiola sudah pasti tertuju pada sosok Stones. Seorang bek yang berasal dari Inggris tersebut memang sudah menjadi andalan Guardiola dan juga Otamendi sejak awal musim. Sayang sekali Stones harus rela menepi dulu lantaran cedera yang dialaminya pada saat menghadapi Leicester di liga pada pertengahan November.

Dari delapan pertandingan selanjutnya tanpa Stones, City hanya kebobolan lima gol. Guardiola pun berterima kasih pada Otamendi, yang tetap bisa tampil konsisten dan membantu The Citizens meraih kemenangan.

“Kami punya Superman di dalam tim, yakni Nico Otamendi yang pastinya membantu kami,” Guardiola.

“Tanpa Nico, itu tidak akan mungkin terjadi, apa yang sudah kami lakukan. Semua orang bicara tentang beberapa pemain seperti Raheem [Sterling], David [Silva], Kevin [De Bruyne], Sergio [Aguero], dan mereka memang layak.”

“Tapi kalau saya bisa menunjuk pemain yang layak mendapat respek penuh atas apa yang mereka lakukan sampai sekarang, itu adalah Nico. Nico luar biasa,” Guardiola menambahkan.

“Dia adalah orang yang meski dengan rasa sakit di pergelangan kaki, lutut, punggung, dia selalu bertarung. Dia adalah salah satu kompetitor terbesar yang pernah saya temui. Dia begitu penting. Saya tidak bisa membayangkan situasi kami di klasemen dan bagaimana kami bermain tanpanya. Ini tidak akan mungkin.”

Otamendi sudah bermain 19 kali musim ini. Bek asal Argentina ini tercatat sudah melakukan 30 kali intersep, 64 kali clearance, serta 24 kali tekel sukses. Ia juga cukup produktif dengan sudah ikut mencetak empat gol sejauh ini.

Manchester City Tetap Ciptakan Peluang Saat Berhadapan Dengan Newcastle United

Firvfriv.com – Pep Guardiola menyadari jika perjalanan dalam melawan Newcastle United tidak bisa dianggap enteng begitu saja untuk timnya. Bukan lantaran betapa sulitnya faktor pertahanan yang ada pada lawan, namun lantaran tidak terlihatnya hasrat bermain pada tim lawan.

Manchester City menjalani permainan dengan ciri khasnya pada saat berkunjung ke St James’ Park, Kamis (28/12/2017) dinihari WIB. City masih seperti biasa mengandalkan penguasaaan bola melalui umpan yang tidak terlalu panjang yang nantinya dihasilkan oleh para pemain.

Disisi lain, Newcastle lebih memilih untuk fokus dalam usaha pertahanan mereka dan juga mengumpulkan banyak pemain yang ada di wilayah pertahanan mereka. Sedangkan untuk para pemain dari tim The Magpies terlihat baru melakukan penyerangan disaat memasuki menit-menit terakhir di babak kedua.

Dalam menghadapi lawan yang begitu defensif dalam bermain, City tetap saja mampu dalam menghadirkan sejumlah peluang yang apik pada babak pertama. Namun sayangnya, hanya ada satu peluang yang berujung pada masuknya bola melalui tendangan Raheem Sterling.

Guardiola sebenarnya tak asing dengan situasi ini karena nyaris semua tim lawan memakai taktik seperti Newcastle ketika bertemu City. Pria asal Spanyol itu pun harus memutar otak agar timnya tetap menang.

“Kami sudah melakukan segalanya, tapi sulit untuk bermain ketika tim lain tak ingin bermain. Pada menit-menit akhir kami bermain dalam ritme mereka dan itu tak mudah karena laga belum berakhir pada kedudukan 1-0. Kami menciptakan cukup banyak peluang untuk menang 2-0, 3-0, 4-0,” ujar Guardiola.

“Anda harus selalu siap menghadapi situasi ini, dan tak selalu mudah untuk mempertahankan level itu. Tapi, kami punya lebih banyak poin dan kami sekarang unggul 15 poin dan bisa fokus ke laga berikutnya,” tambahnya.

Kemenangan 1-0 atas Newcastle mengukuhkan posisi City di puncak klasemen Premier League. City memperlebar jarak dengan tim peringkat kedua, Manchester United, menjadi 15 poin.

“Setiap manajer bisa memutuskan apa yang dia inginkan. Saya lebih memilih untuk bermain, tapi saya sangat menghormati apa yang dilakukan lawan dan kami harus berusaha menemukan cara untuk menyerang mereka,” kata Guardiola.

Juergen Klopp Angkat Bicara Soal City Dan MU

Firvfriv.com – Dengan keadaan dari sisa musim pada kompetisi 2017/2018 yang masih panjang telah dinilai hanya akan ada dua klub yang dilihat memang berhak dan juga pantas untuk dijagokan menjadi juara pada musim ini. Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Manajer Liverpool Juergen Klopp. Sedangkan pada persaingan untuk klub yang lainnya hanya tersisa tiket pada Liga Champions.

Hingga pada pekan yang ke-19 liga Inggris, Manchester City sudah menempati posisi paling depan dengan semua usaha pemainnya. Sedang pada urutan yang kedua ditempati oleh Manchester United.

Manchester City memang sudah lebih dulu berlari dengan kencangnya hingga mengoleksi 55 poin. Sedangkan untuk Manchester United mengikuti pada urutan selanjutnya dengan perolehan sebanyak 42 poin.

Peringkat ketiga, keempat, dan kelima berturut-turut ditempati oleh Chelsea, Liverpool, dan Tottenham Hotspur. Arsenal duduk di peringkat keenam, dengan jarak satu poin dengan Spurs. Dengan urutan posisi tersebutlah, Klopp bisa menilai bagaimana persaingan gelar juara yang nantinya akan jatuh diantara City dan MU. Klub-klub lain, disebutnya, hanya tinggal bersaing mengamankan tiket Liga Champions.

“Kami berada di jalan yang benar dan kami harus menjaga kesolidan tim, meningkatkan kemampuan, dan menuntut keterlibatan para pemain. Itu tugas untuk masa depan,” kata Klopp.

“Saya rasa tak ada klub lain, kecuali Manchester City dan mungkin United yang bisa bicara banyak tentang soal bagaimana mereka bisa menjadi juara liga,” dia menjelaskan.

“Sementara kami harus lolos kualifikasi Liga Champions, finis pada posisi setinggi mungkin. Itu menandakan kami harus bisa finis peringkat kedua, ketiga atau keempat. Maka, akan menjadi situasi yang fantastis,” Klopp berharap.

Alexis Sanchez Digantikan Karena Tampil Sangat Jelek

Firvfriv.com – Penampilan Alexis Sanchez bermain lebih memuaskan pada waktu Arsenal ditahan West Ham 0-0, Kamis (14/12/2017) dinihari WIB. Namun ada pembelaan yang ditujukan untuk Alexis dari seorang manager Arsenal Arsene Wenger.

Mendapat jatah main pada saat awal permainan dimulai, dia berhasil mencatat sebanyak enam kali tembakan. Namun, seluruh tembakan hanya dua saja yang berhasil mengarah ke gawang. Jika dilihat secara keseluruhan, Sanchez tidak memberikan dampak berarti dalam usaha Arsenal menjebol gawang The Hammers.

Setelah itu Wenger mengambil keputusan untuk mengganti Sanchez dengan Alexandre Lacazette di 10 menit terakhir. Dengan begitu, Sanchez tidak akan bisa menyumbangkan lagi sebuah gol untuk the Gunners dalam tiga pertandingan terakhir, atau hanya mencetak tiga gol saja dalam delapan laga.

Masalah Sanchez berbanding lurus dengan ketajaman Arsenal. Tim London Utara itu terhitung sudah menciptakan 66 percobaan dalam tiga pertandingan terakhirnya, tapi hanya mampu mengkonversinya menjadi dua gol.

“Dalam situasi semacam itu Anda tidak ingin fokus pada satu pemain saja, melainkan lebih pada sikap kolektif tim dan menjaga mereka fokus pada kualitas permainan kami,” ungkap Wenger.

“Kami menciptakan banyak peluang. (Gol) akan adatang. Sulit mengatakan apakah performa dia jeblok. Dia sudah berusaha pada malam ini. (Pertandingan) sulit karena lawan juga bertahan dengan sangat baik.”

Wenger mengungkapkan, timnya masih terhantui dengan kekalahan dari Manchester United 1-3. Di pertandingan itu, Arsenal menciptakan 33 percobaan (16 mengarah ke gawang) tapi hanya satu gol yang tercipta dan takluk.

“Sebanyak 33 percobaan dan peluang-peluang yang kami lewatkan melawan Manchester United mungkin menimbulkan sedikit dampak. Kami harus terus fokus pada kualitas permainan kami dan tidak terlalu fokus pada fakta bahwa kami kurang tajam saat ini,” lugas Wenger.

Satu angka yang diraih Arsenal membuat posisinya melorot ke posisi ketujuh klasemen dengan baru mengantongi 30 poin. Di pertandingan berikutnya, Arsenal akan menjamu Newcastle United, Sabtu (16/12).